Kemajuan peradaban Islam yang telah menjunjung tinggi nilai-nilai Islam yang Rahmatal lil A’lamin telah dipraktikan selama 15 abad dimuka bumi ini. Implementasi rahmat bagi semesta alam sudah meluas hampir ke berbagai belahan dunia. Islam Rahmatal lil’alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam. Rahmatal lil’alamin adalah istilah Qurāni dan istilah itu sudah terdapat dalam al-Qurān, yaitu sebagaimana firman Allah Swt. dalam Surat al- Anbiya’/21:107:

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Ayat tersebut menegaskan bahwa kalau Islam dilakukan secara benar, dengan sendirinya akan mendatangkan rahmat untuk orang Islam maupun untuk seluruh umat dan alam semesta.

Dalam konteks Islam rahmatan lil’alamin, Islam telah mengatur tata hubungan yang menyangkut aspek teologis, ritual, sosial, dan humanitas. Dalam segi teologis, Islam memberi rumusan tegas yang harus diyakini oleh setiap pemeluknya, tetapi hal ini tidak dapat dijadikan alasan untuk memaksa nonmuslim memeluk Islam. Begitu halnya dalam tataran ritual yang memang sudah ditentukan operasionalnya dalam al-Qurān dan Hadis.

Namun, dalam konteks sosial, Islam sesungguhnya hanya berbicara mengenai ketentuan-ketentuan dasar atau pokok-pokoknya yang pemahamannya diperlukan tafsir secara detail dan komprehensif tergantung pada kesepakatan dan pemahaman masing-masing komunitas, yang tentu memiliki keunikan berdasarkan keberagaman lokalitas nilai dan sejarah yang dimilikinya. Entitas Islam sebagai rahmatal lil’alamin mengakui eksistensi pluralitas karena Islam memandang pluralitas sebagai sunnatullah, yaitu fungsi pengujian Allah Swt. pada manusia, fakta sosial, dan rekayasa sosial (social engineering) kemajuan umat manusia dan peradaban Islam.

Meyakini bahwa Islam adalah rahmatan lil a’lamin yang dapat memajukan peradaban dunia dan meyakini pula bahwa kemunduran umat Islam di dunia, sebagai bukti penyimpangan dari ajaran Islam yang benar. Oleh karena itu, mempelajari peradaban Islam di dunia, khususnya perkembangan di bidang ilmu pengetahuan mutlak dilakukan, karena dunia Islam pernah menjadi pusat ilmu dan peradaban dunia. Islam sangat terbuka menerima ilmu dan teknologi sepanjang memberi manfaat bagi kemaslahatan umat sebagaimana dicontohkan oleh para ulama assalafus shalih dan para cendekiawan muslim.

Leave a Reply